Friday, June 11, 2010

[Puisi] Tangisan 10 Jun

Friday, June 11, 2010 |

Pagi ini tidak seperti hari-hari biasa,
Mata yang celik ingin kupejamkan kembali,
Kalau saja aku bisa,
Ingin kulewati hari tak indah ini.

Namun apalah kudratku?
Aku hanya hamba yang hina,
Walau pahit bagai hempedu,
Aku harus akui jika ini suratan-Nya.

Pagi yang cerah tak mampu menerangi hatiku yang suram,
Telatah anak itu tak mampu menghiburkan jiwaku yang kosong
Kicauau burung itu juga tak mampu meriuhkan hatiku yang sunyi,
Sungguh pagi ini begitu asing bagi diriku!

Sedang mereka khusyuk mendengarkan pengajian,
Aku pula sibuk sendirian melayan perasaan,
Membiarkan fikiranku terbang diawang- awangan,
Mencari punca segala kegelisahan.

Selamanya takkan ku lupa hari bersejarah itu,
Peristiwa yang telah membawa dirimu pergi buat selamanya,
Tangisan dan rintihan ini takkan mampu mengembalikan dirimu,
Kerna segalanya sudah tertulis di luh mahfuz sana.

Walaupun berat hati ini ingin melepaskanmu,
Namun ku harus redha dengan Ketentuan-Nya,
Ku yakin kau pasti sedang berbahagia di sana,
Tersenyum melihat dunia dari jendela syurga.

Walau wajahmu yang sentiasa tenang tak lagi kelihatan,
Walau senyumanmu yang membahagiakan tak lagi terukir indah,
Walau keramahanmu tak lagi menceriakan suasana,
Namun, semangat dan nasihatmu sentiasa menjadi tarbiyah.

Tenanglah dikau bersama Kekasihmu di sana,
Akan ku teruskan perjuangan dan cita- citamu di sini,
Menuai bakti di ladang dunia,
Mengharapkan hasil di gerbang akhirat yang hakiki.

Aku nekad untuk terus berhadapan hakikat ini,
Engkau yang telah pergi takkan kembali lagi,
Entah esok, lusa atau mungkin sebentar lagi,
Sampai utusan, seruan ALlah menjemput diri.

Pada-Mu Ya ALlah ku mohon kekuatan diri,
Redhakan hatiku atas Ketentuan ini,
Jadikan perpisahan kami sebuah perpisahan yang sementara,
Pertemukanlah kami semula di akhirat sana.

Ku hadiahkan puasa sunatku hari ini untukmu,
Ku sedekahkan Al- Fatihah ini untukmu,
Akan ku hadiahkan juga bacaan yaasin dan tahlil buatmu,
Kerna inilah permintaan terakhir yang kau tinggalkan buatku.

Doa dan kalam suci Tuhan setia menjadi hadiah buatmu,
Juga sebagai tanda ingatan tulusku padamu,
Takkan pernah jemu aku untuk mengingatimu,
Kerna kau insan cukup istimewa dihatiku.


Al-Fatihah…




Related Posts



0 kritikan:

Salam Ta'aruf

My photo
Kebahagiaan Itu Adalah Sebuah Ketenangan dan Ketenangan Itu Adalah dengan Mengingati Tuhan..

Masa Itu Emas

Ukhwah Fillah

Followers

Hiburan Mendidik Jiwa

 

Hadis Nabi

Doaku untuk-Mu

Bismillah..

Ya ALlah

Jika aku jatuh cinta
Cintakanlah aku pada seseorang
Yang melabuhkan cintanya pada-Mu
Agar bertambah kekuatanku untuk mencintai-Mu

Ya Muhaimin
Jika aku jatuh hati
Izinkanlah aku menyentuh hati seseorang
Yang hatinya tertaut pada-Mu
Agat tidak terjatuh aku dalam jurang cinta nafsu

Ya Rabbana
Jika aku jatuh hati
Jagalah hatiku padanya
Agar tidak berpaling daripada hati-Mu

Ya Rabbul Izzati
Jika aku rindu
Rindukanlah aku pada seseorang
Yang merindui syahid di jalan-Mu

Ya ALlah
Jika aku menikmati cinta kekasih-Mu
Janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan
Indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhir-Mu

Ya ALlah
Jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu
Jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh
Dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu

Ya ALlah
Jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu
Jangan biarkan aku melampaui batas
Sehingga melupakan aku pada cinta hakiki
Dan rindu abadi hanya kepada-Mu

Aminn..Ya Rabbal 'Alaminn..

Kalam Allah

Copyright © Lakaran Pena Kehidupan | Powered by Blogger | Template by Blog Go Blog